Love, Poem, Music, Art, Life, Humor and Perspective

Pengikut

Kamis, 22 September 2011

Bungan dan Selut

BUNGA DAN SELUT




http://favim.com/mini/201105/15/beautiful-flower-pink-romantic-rose-45092.jpg



Bunga, pada dada
disemat merah kuku di hujung jari.
Pada mata tentu bunga
pada yang ketahui, lain erti.
Selut, pada muka
dilempar merah bibir di pangkal mulut.
Pada mata tentu selut
pada yang ketahui, lain cerita.
Ada ketika
bunga bukan bunga.
Selut bukan selut.
Selut menjadi bunga.
Bunga menjadi selut.
.

5 Nov 1993 

 

Hashim Yaacob, Air Manik Astagina, Dewan Bahasa & Pustaka,
Kuala Lumpur, 1994, ISBN 983-62-4230-9

Jangan Kau Nangis Lagi

JANGAN KAU NANGIS LAGI 

 


http://2.bp.blogspot.com/_WxDkJXoEIXg/TCowhGx5wxI/AAAAAAAAAW8/OBuGjx6erpE/s1600/cryeye.jpg



Melihat kau berduka
meratap hiba
pada nasib sengsara
Aku ikut gulana.
Adik, kesatlah air suam di pipi
jangan kau nangis lagi.
Kau katuplah pintu mata air
pada mata yang sekian lama mengalir.
Mata
yang hanya dua
jangan kau perbuta
dengan genangan air lara.
Apa kau kira
nestapa bisa mengubat luka
menawar duka?
Bukalah mata
lihat betapa indah cahaya
menyelinapi jendela.
Tinggalkan segala duka di belakang
duniamu masih terang-benderang. 




18 Ogos 1993



Hashim Yaacob, Air Manik Astagina, Dewan Bahasa & Pustaka,
Kuala Lumpur, 1994
ISBN 983-62-4230-9 ISBN 983-62-4230-9
.

Rabu, 21 September 2011

Jalan Kebenaran

JALAN KEBENARAN




Beautiful road and path photos





"IKUTILAH JALAN KEBENARAN ITU, JANGAN HIRAUKAN WALAUPUN SEDIKIT ORANG MENGIKUTINYA! JAUHKANLAH DIRIMU DARI JALAN JALAN KESESATAN DAN JANGANLAH TERPESONA DENGAN BANYAKNYA ORANG-ORANG YANG MENEMPUH JALAN KEBINASAAN!"


http://ainuamri.wordpress.com

Kaki yang Melangkah

Kaki Yang Melangkah



http://2.bp.blogspot.com/_hN-RNLUCt5Q/TSrbAZEl1iI/AAAAAAAACZk/GDg9pxt6J1E/Beautiful+love+wallpaper+12.jpg




Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap
Mengharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba



http://ainuamri.wordpress.com

Cinta Allah

 CINTA ALLAH



http://2.bp.blogspot.com/_hN-RNLUCt5Q/TSrcmtRPY2I/AAAAAAAACbs/drASERtDPBs/love+1.jpg




Jangan memuji kecantikan pelangi
Tapi pujilah Allah
Yang menciptakan Langit & Bumi
Jangan percaya
Denga kata-kata bijakku
Tapi percayalah Firman Allah yang Maha Benar
Jangan masukkan namaku di hatimu
Tapi masukkan nama Allah
Hingga hatimu tenang
Jangan sedih jika cintamu di dustakan
Tapi sedihlah jika engkau dustakan Allah
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair
Tapi mintalah kepada Allah
yg memiliki cinta yg kekal dan sejati
Ya Allah yang Maha Rahman & Rahim
Jangan jadikan hatiku batu yg mengeras
Hingga lupa akan rahmatMu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Senin, 19 September 2011

TAK DIINGINKAN

Tak Diinginkan



love wallpaper 32





"Tak diinginkan, tak dicintai, tidak diperhatikan, dilupakan orang, itu merupakan derita kelaparan yang hebat, kemiskinan yang lebih besar daripada orang yang tak bisa makan. Kita harus saling merasakan hal itu." (Ibu Teresa)




www.ilmuini.com

Minggu, 18 September 2011

KATA CINTA

Kata Cinta


Beautiful love wallpaper 30




"Ada satu kata yang dapat membebaskan kita dari beban dan luka kehidupan. Kata tersebut adalah CINTA"




kata-kata-mutiara.com

TERSANDUNG CINTA

Tersandung Cinta








"Banyak orang yang mengaku jatuh cinta, padahal mereka hanya tersandung cinta, tapi mereka tidak betul-betul jatuh cinta."  [MarioTeguhWord]




kata-kata-mutiara.com

Jumat, 16 September 2011

AKU JATUH CINTA

Aku Jatuh Cinta

http://www.choice-of-music.com/catalog/images/I%20Love%20You%20In%20Beautiful%20Paris%20-%20cover.jpg
Aku jatuh cinta pada sunyi yang kaukulum di bibirmu. Selengkung senyum, setangkai kuntum, secarik puisi. Katakata menjelma gerimis yang berbaris dalam bisik manis. Aku mengunduh wangi bunga dari serumpun kata yang tumbuh di mulutmu. Itukah cinta? Kurasakan getarannya memasuki rongga hati.  Sebuah rayu. Menggema dalam hidupku.

Aku jatuh cinta pada embun yang mengerling di matamu. Memandangmu, kulihat pelangi melambaiku menuruni bukit. Sebuah telaga menungguku. Aku mencebur ke dalam jiwamu.

Aku jatuh cinta pada mawar yang merekah di hatimu. Menjagamu, aku penuhi hasrat jiwamu seperti kupukupu menyusuri taman. Rasanya seperti di sebuah surga dengan seorang bidadari yang selalu duduk berdandan di pelaminan. Pengantinku, akadku hanya untukmu.

2009




~ www.puisiuntukkekasih.com [Huda M. Elmatsani].-

Dari Seorang Teman

Dari Seorang Teman



Happy Mothers Day flower wallpaper flower

Bila ada yang sayang,
Jangan lukai hatinya.
Bila ada yang cinta,
Jangan kamu titiskan air matanya.
Bila ada yang menanti,
Pastikan kamu kembali.

Bila ada yang setia,
Lakukan yang sama.
Bila dia pergi,
Pergilah kejari selagi merasa dia bererti.
Kerana bila dia tiada di sisi.
Kamu akan sunyi dan sepi..


 
~ Comic Comot dari Info For Us

Seperti Sungai

Seperti Sungai



http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/625411/625411,1297344611,1/stock-vector-a-tranquil-water-pattern-abstract-for-a-relaxation-70882573.jpg



"Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya."




~ rud1.abatasa.com

Dua Titis Air Mata

Dua Titis Air Mata
























Ada dua titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.


rud1.abatasa.com

BIKSU

BIKSU







Beberapa tahun yang lalu seorang lelaki mengendarai mobilnya di Tibet.

Pada saat itu dia singgah di sebuah biara Budha, karena sudah malam dan
mobilnya mengalami masalah mesin. Setelah itu dia minta ijin nginap dan
memperbaiki mesinnya di biara.

Pada malam harinya dia mendengar suara-suara yang aneh yang tidak pernah
di dengar sebelumnya.

Besoknya dia bertanya kepada biksu tua di biara tsb, dan di jawab, "anda
tidak tahu karena anda bukan biksu".

Beberapa tahun kemudian dia mengalami masalah yang sama di biara
tersebut, dan kejadian aneh terulang kembali.

Ketika di tanya, jawabannya tetap. "Anda bukan biksu".

Akhirnya karena penasaran dia berusaha mencari tahu dengan menanyakan
bagaimana caranya agar bisa menjadi biksu?

Jawabannya adalah dia harus tahu jumlah rumput dan pasir yang ada di biara.

Karena keinginan yang sangat kuat akhirnya di hitung semua jumlah rumput
dan pasir.

Akhirnya dia kembali setelah 15 tahun menghitung dengan jawaban
123,567,897,583,134,458,907 buah rumput dan
789,231,457,895,906,892,907,906,965,953,452 butir pasir.

"Selamat, anda bisa menghitung dengan tepat. Anda sekarang bisa jadi biksu".

Untuk itu dia pun diberi tahu suara aneh datangnya dari sebuah pintu kayu.

Ternyata di balik pintu kayu ada pintu batu,
dibalik pintu ada lagi pintu besi, dibalik lagi ada pintu ruby, dibalik
lagi ada pintu perak, saphir, opal, koral, giok, onyx, marmer, kecubung,
amethyst, emerald, emas, platinum.

Akhirnya biksu tua itu ngomong ini kunci dari pintu yang terakhir.

Pintu di buka...

Apa yang ada dibalik pintu..?

Sangat tidak masuk akal,

Sulit dipercaya,

Sangat mencengangkan..

Sesuatu yang ajaib..

Luar biasa..

Anda mungkin..

Tidak Percaya...

Tapi..

Yang

Jelas

Saya

Tidak

Akan

Beritahu..

Kepadamu..

Karena

Kamu

*Bukan*

Biksu...

.....

Hehehehehe...

Jangan marah ya...
Saya masih mencari tahu siapa yg mulai membuat cerita ini


Kamis, 15 September 2011

" TOKO ISTRI "

" TOKO ISTRI "
 

Beautiful Graphics
 
Sebuah toko yang menjual istri baru, dibuka dimana pria dapat memilih wanita untuk dijadikan sebagai seorang istri.

Di antara instruksi2 yg ada di pintu masuk, terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut: "Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI!"
...
Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan kelompok calon istri.

Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu/lebih memilih ke lantai berikutnya, tapi dengan syarat tidak bisa turun lagi ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari toko.

Lalu, seorang pria pun pergi ke " TOKO ISTRI " tersebut untuk mencari istri. Di setiap lantai terdapat tulisan seperti ini:

Lt 1:
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan & pandai memasak."
Pria itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Lt 2:
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak & lemah lembut."
Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.

Lt 3:
"Wanita di lt ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut & cantik."
''Wow!'', ujar sang pria, tetapi pikirannya masih penasaran & terus naik.

Lalu sampailah pria itu di lantai. 4 dan terdapat tulisan:
"Wanita di lantai ini taat pd Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget & sayang anak." ''Ya ampun!'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya!''

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5:
"Wanita di lantai ini taat pada Tuhan, pandai memasak, lemah lembut, cantik banget, sayang anak & sexy."

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah ke lt. 6 & terdapat tulisan:
"Anda adalah pengunjung yg ke 4.363.012.000. Tidak ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata2 pembuktian untuk pria yang tidak pernah puas."
Terima kasih telah berbelanja di " TOKO ISTRI ". Mohon hati2 ketika keluar dari sini.
=D

Pesan moral ini bukan cuma untuk pria tapi juga wanita: "Tetaplah selalu merasa puas akan pasangan yang sudah Tuhan sediakan. Jangan terus mencari yang terbaik tapi jadikanlah yang baik yang ada dari yang sudah Tuhan sediakan, itulah pasangan yang terbaik bagi kamu seumur hidupmu hingga maut memisahkan." O:)

- decide to be happy today -


 
# Diposting oleh Titis Sudarwati., dari RDI Milis.-
 
 

Rabu, 14 September 2011

Tidur Dan Otak

Tidur untuk Otak

 




Mengapa kita membutuhkan tidur? Pada suatu kongres di Strasbourg, Perancis baru-baru ini, suatu teori yang kontroversial disampaikan. Dikatakan bahwa tidur lebih bermanfaat bagi otak daripada bagi tubuh, yang pulih kembali kekuatannya setelah tidur. Pengujian menunjukkan bahwa sementara ”fungsi tubuh manusia praktis tidak terganggu bahkan setelah beberapa hari tanpa tidur”, kata Die Zeit, ”otak tidak demikian”. Dalam kasus-kasus percobaan, orang-orang menderita ”kurang sanggup konsentrasi, ingatan yang terganggu, proses berpikir yang menjadi lamban, dan problem menyesuaikan pikiran” apabila mereka kurang tidur.






Mengamati Dunia., Januari 1991, Sedarlah

Pelita Tubuh Adalah Mata

Pelita Tubuh Adalah Mata






"Pelita tubuh adalah mata. Maka, jika matamu sederhana, seluruh tubuhmu akan cemerlang;  tetapi jika matamu fasik, seluruh tubuhmu akan gelap. Jika dalam kenyataannya terang yang ada padamu adalah kegelapan, betapa hebat kegelapan itu!"





Dari Sebuah Referensi.-

Selasa, 13 September 2011

Minggu, 11 September 2011

Hati yang Sedih & Hati Yang Gembira

HATI YANG SEDIH BERSAMA HATI YANG GEMBIRA



spring blue green




"Alangkah mulianya hati yang sedih yang bisa menyanyikan lagu gembira bersama hati yang gembira."




Kahlil Gibran

Kemanusiaan

KEMANUSIAAN



autumn fantasy



"Kemanusiaan adalah sungai cahaya yang mengalir dari keabadian ke keabadian."
 
 
 
 
 
 
Kahlil Gibran

Sabtu, 10 September 2011

Nilai Manusia

 NILAI MANUSIA




winter in town






Nilai manusia terletak pada apa yang diciptakannya, bukan pada jumlah milik yang dikumpulkannya.





Kahlil Gibran

Bulu-Bulu Yang Indah

 BULU-BULU YANG INDAH



beautiful peacock




”Haruskah aku mencabutnya,” keluh burung merak,
”Bulu-bulu yang indah mempesona yang hanya menggoda kebanggaanku ini.”

Akan hal kehebatan bakat itu, baiklah orang bodoh berjaga-jaga:
Mabuk pada umpan, namun tak pernah melihat perangkap.
Gunakan seluruh kekuatan dan kecakapanmu untuk takut kepada Tuhan,
Tiada kutukan yang sangat berbisa selain kebebasan-kehendak.





Puisi Oleh: Jalaluddin Rumi, Mas. V, 648

Seratus Juta

SERATUS JUTA




palms and purple sky



Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Di tengah mereka tak tahu akan berbuat apa
Kini kutundukkan kepala, karena
Ada sesuatu besar luar biasa
Hilang terasa dari rongga dada
Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja
berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Kita mesti berbuat sesuatu, betapun sukarnya.

1998





Taufik Ismail

Aku Ingin

AKU INGIN



white flowers and sky



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada





Sapardi Djoko Damono

Abu Nawas Mendemo Hakim

Humor Sufi: Abu Nawas Mendemo Hakim

Rabu, 27 Juli 2011 20:06 WIB
 
 
 
Humor Sufi: Abu Nawas Mendemo Hakim







REPUBLIKA.CO.ID, Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar murid-muridnya. Ada dua orang tamu datang ke rumahnya. Yang seorang adalah wanita tua penjual kahwa, sedang satunya lagi adalah seorang pemuda berkebangsaan Mesir.

Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan olwh si pemuda Mesir. Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menyuruh murid-muridnya menutup kitab mereka. "Sekarang pulanglah kalian. Ajak teman-teman kalian datang kepadaku pada malam hari ini sambil membawa cangkul, penggali, kapak dan martil serta batu!"
 
Murid-murid Abu Nawas merasa heran, namun mereka manut saja kepada sang guru, karena mereka merasa yakin gurunya selalu membuat kejutan dan berada di pihak yang benar.

Pada malam harimya mereka datang ke rumah Abu Nawas dengan membawa peralatan yang dimintanya. "Hai kalian semua, pergilah malam hari ini untuk merusak Tuan Kadi yang baru jadi!" perintah Abu Nawas.

"Hah! Merusak rumah Tuan Kadi?" gumam semua muridnya keheranan.

"Apa? Kalian jangan ragu. Laksanakan saja perintah gurumu ini!" kata Abu Nawas menghapus keraguan murid-muridnya. "Barangsiapa yang mencegahmu, jangan kau pedulikan, terus pecahkan saja rumah Tuan Kadi yang baru itu. Siapa yang bertanya, katakan saja aku yang menyuruh merusak. Barangsiapa yang  hendak melempar kalian, maka pukullah mereka dan lemparilah dengan batu!"

Habis berkata demikian, murid-murid Abu Nawas bergerak ke arah Tuan Kadi. Laksana demonstran, mereka berteriak-teriak menghancurkan rumah Tuan Kadi. Orang-orang kampung merasa heran melihat kelakuan mereka. Lebih-lebih ketika tanpa basa-basi lagi mereka langsung merusak rumah Tuan Kadi. Orang-orang kampung itu berusaha mencegah perbuatan mereka, namun karena jumlah murid-murid Abu Nawas terlalu banyak maka orang-orang kampung tak berani mencegah.

Melihat banyak orang merusak rumahnya, Tuan Kadi segera keluar dan bertanya,"Siapa yang menyuruh kalian merusak rumahku?" 

Murid-murid itu menjawab,"Guru kami, Tuan Abu Nawas, yang menyuruh kami!" Habis menjawab begitu, mereka bukannya berhenti malah terus menghancurkan rumah Tuan Kadi hingga rumah itu roboh dan rata dengan tanah.

Tuan Kadi hanya bisa marah-marah karena tidak ada orang yang berani membelanya "Dasar Abu Nawas provokator, orang gila! Besok pagi aku akan melaporkannya kepada Baginda," katanya geram.

Benar, esok harinya Tuan Kadi mengadukan kejadian semalam sehingga Abu Nawas dipanggil menghadap Baginda.
 
Setelah menghadap Baginda, Abu Nawas ditanya, "Hai Abu Nawas apa  sebabnya kau merusak rumah Kadi itu?"

Abu Nawas menjawab,"Wahai Tuanku, sebabnya ialah pada suatu malam hamba bermimpi, bahwasannya Tuan Kadi menyuruh hamba merusak rumahnya. Sebab rumah itu tidak cocok baginya, ia menginginkan rumah yang lebih bagus lagi. Ya, karena mimpi itu maka hamba merusak rumah Tuan Kadi."

"Hai Abu Nawas, bolehkah hanya karena mimpi sebuah perintah dilakukan? Hukum dari negeri mana yang kau pakai itu?" tanya Baginda heran.

Dengan tenang Abu Nawas menjawab, "Hamba juga memakai hukum Tuan Kadi yang baru ini, Tuanku."

Mendengar perkataan Abu Nawas, seketika wajah Tuan Kadi pucat pasi. la terdiam seribu bahasa.

"Hai Kadi, benarkah kau mempunyai hukum seperti itu?" tanya Baginda.

Tuan Kadi diam tiada menjawab, wajahnya kian pucat, tubuhnya gemetaran karena takut.

"Abu Nawas, jangan membuatku pusing. Jelaskan kenapa ada peristiwa seperti ini!" perintah Baginda.

"Baiklah, "Abu Nawas berkata tenang. "Baginda... beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda Mesir datang ke negeri Baghdad ini untuk berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali. Pada suatu malam ia bermimpi kawin dengan anak Tuan Kadi dengan mahar (mas kawin) sekian banyak. Ini hanya mimpi Baginda. Tetapi Tuan Kadi yang mendengar kabar itu langsung mendatangi si pemuda Mesir dan meminta mahar anaknya. Tentu saja pemuda Mesir itu tak mau membayar mahar hanya karena mimpi. Nah, di sinilah terlihat arogansi Tuan Kadi. Ia ternyata merampas semua harta benda milik pemuda Mesir sehingga pemuda itu menjadi seorang pengemis gelandangan dan akhirnya ditolong oleh wanita tua penjual kahwa."

Baginda terkejut mendengar penuturan Abu Nawas, tapi masih belum percaya seratus persen, maka ia memerintahkan Abu Nawas agar memanggil si pemuda Mesir. Pemuda Mesir itu memang sengaja disuruh Abu Nawas menunggu di depan istana, jadi mudah saja bagi Abu Nawas memanggil pemuda itu ke hadapan Baginda.
 
Baginda berkata, "Hai anak Mesir, ceritakanlah hal-ihwal dirimu sejak engkau datang ke negeri ini!"

Ternyata cerita pemuda Mesir itu sama dengan cerita Abu Nawas. Bahkan pemuda itu juga membawa saksi, yaitu Pak Tua pemilik tempat kost dia menginap.

"Kurang ajar! Ternyata aku telah mengangkat seorang Kadi yang bejad moralnya."  Baginda sangat murka. Kadi yang baru itu dipecat dan seluruh harta bendanya dirampas dan diberikan kepada si pemuda Mesir.

Setelah perkara selesai, kembalilah si pemuda Mesir itu dengan Abu Nawas pulang ke rumahnya. Pemuda Mesir itu hendak membalas kebaikan Abu Nawas.

Namun Abu Nawas berkata, "Janganlah engkau memberiku barang sesuatu pun. Aku tidak akan menerimanya sedikit pun jua."

Pemuda Mesir itu betul-betul mengagumi Abu Nawas. Ketika ia kembali ke negeri Mesir ia menceritakan tentang kehebatan Abu Nawas itu kepada penduduk Mesir sehingga nama Abu Nawas menjadi sangat terkenal.

Redaktur: cr01
Sumber: Sufisme News

Makna Cinta

  MAKNA CINTA




black fruits


 
Aku adalah tarikan nafas lautan. Aku adalah air mata langit. Aku adalah senyuman bumi. Begitu juga Cinta adalah tarikan nafas dari lautan perasaan, air mata langit, dan senyuman dari bumi sang jiwa.
 



Kahlil Gibran
http://syairsyiar.blogspot.com

Kamis, 08 September 2011

DOA

DOA


zeeland field



kepada pemeluk teguh

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal berkedip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpulang

13 November 1943


 


Puisi Oleh: Chairil Anwar
http://syairsyiar.blogspot.com

Puisi Untuk Pak Pres

Puisi untuk Pak Pres

 

april may

 

 

Pemberian dari sastrawan. :) )

aku ingin bercerita teman…
tentang seseorang yang kukenal
ssorg yg membuatku merasa iri
ssorg yg membuatku merasa bahwa aq bukanlah siapa2
ssorg yg patut dijadikan contoh
ssorg yg patut dijadikan pemimpin
dulu…ia bukanlah siapa2
dulu…ia tak lebih dari seoonggok kertas kosong
dulu…ia hanya air yg makin keruh oleh sampah
tapi ia tetaplah manusia
yg bisa berubah
yg bisa lebih dekat kepada-Nya
dan sekarang ia berbeda…
dari sikap sok
menjadi santun…
dari tidak tahu
menjadi tahu
dari tidak peduli
menjadi peduli
dari mengusik
jadi berbisik
dari salah
menjadi benar
dari lemah
menjadi kuat,,,
sungguh teman…
ia begitu istimewa
di balik sikapnya yang suka seenaknya sendiri
terdapat pesan2 indah
yg menjelaskan apa arti kehidupan
dalam buaian keluh kesah
di balik canda tawanya
terdapat gurauan yang menyejukkan
yang menautkan hati2 manusia menjadi sebuah keluarga
di balik tingkah anehnya
ada makna dan tujuan yang ingin ia capai
teman…
ia bak air yang mengalir dari pegunungan…
yg mulanya kotor kemudian diserap tanah…
dan akhirnya jadi bersih
mengalir menuju lembah ke laut
perjalananny pun tak selancar arusnya
kdg di atas kadang di bawah…
kdg bening kadang keruh
kdg ia pun bertemu air lain
yg mengajarkan pelajaran berbeda
yg memberinya ilmu baru
yg mengajarkannya memaknai hidup
namun….
air tidak selamanya bersih…
butiran pasir dan debu pernah mengotorinya…
tapi air tak pernah menyerah
selalu mengalir menuju hilir
dan akhinya menjadi buih tak tampak
bersatu beradu dengan deburan ombak
dan selamanya akan tetap begitu
sekalipun belum sempurna
sang air telah mengajarkan banyak
ia mengajarkan hakikat hidup
hakikat belajar dan mengajar
hakikat mengerti dan dimengerti
hikmah mengambil pelajaran
hikmah bersabar dan ikhlas
dan juga tuk lebih mengenal-Nya…
sungguh teman…
ia yang dulu dan sekarang sangatlah berbeda
perubahan total ya…
ya..perubahan mengubah segalanya…


Oliver Wood




http://genirangrang.wordpress.com

Kenangan Akan Masa Depan

Kenangan akan masa depan

 

blossoms and blue

 

 

kenangan kemarin:
Menjadi seorang pemberani
menjadi seorang yang tak kenal putus asa
menjadi kekuatan di tengah2 kelemahan
menatap hidup lebih optimis.
diri yang dulu berkata :
saya yang dulu selalu terdepak karena saya
saya yang dulu selalu terhempas karena cinta yang fana
saya terdesir karena berjalan di tengah gurun
saya gila karena tak kunjung memiliki makna
hari ini Titah Tuhan tlah di turunkan
masih saja terseok seok dalam kebodohan
masih saja menjadi seorang pendosa
masih saja menjadi seorang penata
Jutaan tanya mendera
Bisakah saya berjanji demi hari ini
Bisakah saya selalu melewatkan takdir terbaik saya??
bisakah kamu tidak pernah ingkar??

Didalam masa depan :
Berteriak. . .
Berdiri tegar
Sudah melangkah benar pada jalan
Sudah begitu hangat kehadirannya
Sudah begitu cinta tulusnya
Sudah begitu menyentuh pengabdiannya
Sekarang. . .saya sudah menjadi orang berhati besar.




http://genirangrang.wordpress.com

Rabu, 07 September 2011

Sepanjang Namamu



http://farm4.static.flickr.com/3325/3431364511_2d9474b0a3.jpg



1
Belum lengkap kusebut namamu. Sedangkan
Fajar telah lama mekar. Kabut pagi terus
Beringsut. Dan burung-burung bersiut-siut
Di antara reranting nangka milik tetangga

2

Mestinya telah kupanggil namamu berkali-kali
Ketika matahari membakar separuh rambutku
Bayang-bayang tubuhku menciut lebih pendek
Dari aslinya. Lalu kucium mesra keningmu

3

Masih tak kuseru namamu. Ketika para petani
Mulai menyirami bunga kol. Dan batang labu
Mengendorkan lilitannya di setiap pagar bambu
Tiang listrik berbayang-bayang lebih panjang

4

Tak kueja juga namamu. Padahal lembayung telah
Berkelebat di rerimbun markisa. Burung-burung
Bergegas pergi ke sarang di atas sunyi perigi
Dan matahari berkemas sembunyi ke balik bukit

5

Harusnya kukekalkan cinta sepanjang namamu
Sebelum kota sepi. Dan kita terbaring bersama
Mimpi. Tenggelam dalam temaram lampu. Hitam
Sepanjang malam. Lalu diam sepanjang namamu

1995





Puisi Oleh: Beni R Budiman
http://syairsyiar.blogspot.com

Selasa, 06 September 2011

Anda Bisa Memuaskan Kebutuhan Rohani Anda



http://egie928.blogdetik.com/files/2010/04/care_mono-233x300.jpg



"Manusia memiliki kebutuhan rohani yang sama mendasarnya dengan kebutuhan akan makanan. Namun, sehubungan dengan gizi, kita mempunyai banyak pilihan yang baik karena ada berbagai macam makanan. Apakah demikian juga dengan kerohanian? Ada tak terhitung banyaknya kebiasaan dalam kebudayaan dan agama yang konon bisa memberikan kepuasan."

"Banyak orang merasa bahwa sepanjang kita melakukan sesuatu yang bersifat rohani, tidak menjadi soal kepercayaan apa yang kita pilih atau bentuk ibadat apa yang kita ikuti. Bagaimana menurut Anda? Apakah menjadi soal caranya Anda memuaskan kebutuhan rohani Anda?"

"Kita akhirnya akan mengalami kerugian jika kita tidak memenuhi kebutuhan rohani dengan benar."




~ Dari Sebuah Referensi g09 12-IN, h. 12.-

Sekuntum Mawar Merah




Sekuntum mawar merah sebuah puisi
Untuk gadis pilihan oh.. di bulan Februari
Mulanya cinta bersemi dan kehadiran
Ribuan mimpi-mimpi menusuk di hati
Haruskah kuulangi

Kemesraanmu dan cintaku
Berlagu dalam irama nan syahdu
Tapi mengapa hanya sementara
Api yang menyala padam tiba-tiba

Terkenang kembali lagu cinta lama
Kisah mawar berduri
Menusuk di hati
Haruskah ku ulangi



Alleycats
http://www.flickr.com
TENTANG MATAHARI







Matahari yang di atas kepalamu itu
adalah balonan gas yang terlepas dari tanganmu
waktu kau kecil, adalah bola lampu
yang di atas meja ketika kau menjawab surat-surat
yang teratur kau terima dari sebuah Alamat,
adalah jam weker yang berdering
sedang kau bersetubuh,
adalah gambar bulan
yang dituding anak kecil itu sambil berkata :
"Ini matahari! Ini matahari!"
Matahari itu? Ia memang di atas sana
supaya selamanya kau menghela
bayang-bayanganmu itu.





Sapardi Djoko Damono
http://danakaryabakti-indonesianpoems.blogspot.com


Senin, 05 September 2011

Kata, Kata, Kata




photo



Kenangkanlah gumam pertama
Pertemuan tak terduga
Di suatu kota pantai
Di suatu hari kemarau
Di suatu keasingan rindu
Di suatu perjalanan biru
Kenangkanlah bisikan pertama
Risau pertarungan kembara
Duka percintaan sukma
Rahasia perjanjian sunyi
Kenangkanlah percakapan pertama
Gugusan waktu, napas dan peristiwa
Mungkin hanya angin, daun dan debu
Pesona terakhir nyanyian sajakku






Puisi Oleh: Umbu Landu Paranggi 
http://syairsyiar.blogspot.com
TAMAN






















Taman punya kita berdua tak lebar luas, kecil saja satu tak kehilangan lain dalamnya. Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna

Padang rumputnya tak berbanding permadani

halus lembut dipijak kaki.

Bagi kita bukan halangan.

Karena

dalam taman punya berdua

Kau kembang, aku kumbang

aku kumbang, kau kembang.

Kecil, penuh surya taman kita

tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia


Maret, 1943




Chairil Anwar

http://syairsyiar.blogspot.com

Minggu, 04 September 2011

TENTANG WANITA








"Wanita-wanita [hendaklah] berdandan dengan pakaian yg ditata dengan baik, dengan kesahajaan dan pikiran yang sehat."




Examining The Scriptures Daily 2011, 05-09-2011

Hujan Bulan Juni




tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu



Sapardi Djoko Damono
http://greenyazzahra.wordpress.com

Deklarasi cahaya



 





















Dengan nama Allah! Menjelmalah tongkat Musa
menjadi perkasa, menelan segala ular
dari sihir peradaban. Tongkat itu pula
yang membelah lautan membuka jalan
pembebasan. Tapi siapa
yang tahan hidup merdeka
berdiri bebas menengadah cakrawala?
Hanya para Nabi dan pencinta
dengan hati bunga dan kerinduan serba cahaya
yang bisa hidup merdeka
menerbangkan diri dari
gaya tarik dunia




Agus R. Sarjono
http://agusrsarjono.wordpress.com

Sabtu, 03 September 2011

PERAHU KERTAS




Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas dan kau layarkan di tepi kali; alirnya Sangat tenang, dan perahumu bergoyang menuju lautan.

“Ia akan singgah di bandar-bandar besar,” kata seorang lelaki tua. Kau sangat gembira, pulang dengan berbagai gambar warna-warni di kepala.

Sejak itu kau pun menunggu kalau-kalau ada kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari rindu-mu itu.

Akhirnya kau dengar juga pesan si tua itu, Nuh, katanya,

“Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit



Sapardi Djoko Damono
http://greenyazzahra.wordpress.com

Sajak Dua Belas







Langit tak pernah curiga. Ia hanya melengkung di atas kita,
di tengahnya matahari-seperti bola mata.
Langit tidak pernah mengawasi langkah kaki kita,
tak pernah risau apakah kita ke selatan atau utara.
Langit suka berkaca pada bola matamu, yang tak letih
Menatapku, yang tak pernah berkejap seolah kawatir ia akan
Meninggalkanmu; di tengah kota yang selalu gelisah membincangkan cuaca
langit tak pernah mendengar keluhmu, “Kenapa ia di sana?”




Sapardi Djoko Damono, Perahu kertas
http://greenyazzahra.wordpress.com

"KERAJAAN ALLAH"



yhwh-incloud 


 

"Aku harus menyatakan kabar baik tentang kerajaan Allah"




Examining The Scriptures Daily - 2011, Indonesian, 04-09-2011


Yang Fana Adalah Waktu



.


Yang fana adalah waktu. 
Kita abadi: memungut detik demi detik,
merangkainya seperti bunga 
sampai pada suatu hari 
kita lupa untuk apa. 
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu. 
Kita abadi.




Sapardi Djoko Damono,  Perahu Kertas, Kumpulan Sajak 1982, 
http://greenyazzahra.wordpress.com



pisau



KAMI BERTIGA

dalam kamar ini kami bertiga:
aku, pisau dan kata --
kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya
tak peduli darahku atau darah kata



Sapardi Djoko Damono